Selasa, 22 November 2016

Otak Manusia Mengecil, Kita Makin Bodoh?

“Volume rata-rata otak pria berkurang dari 1.500 centimeter kubik menjadi 1.350 cm kubik.” Otak (Corbis). Ini mungkin bukan kabar yang menyenangkan, tapi fakta menunjukkan, otak manusia makin mengecil.
Hasil penelitian mengungkapkan ukuran otak mengalami penyusutan secara gradual selama 20.000 tahun. Penurunan ini terjadi di seluruh dunia, berlaku untuk pria dan wanita, di semua ras.
“Selama 20.000 tahun terakhir, volume rata-rata otak pria berkurang dari 1.500 centimeter kubik menjadi 1.350 centimeter kubik, jumlah yang hilang seukuran bola tenis,” kata Kathleen McAuliffe, penulis di Discover Magazine.
“Otak perempuan juga mengecil dengan proporsi yang sama,” tambah dia.
Apakah ukuran otak yang mengecil berarti manusia makin bodoh?
Dr John Hawks, antropolog dari University of Wisconsin berargumen, ukuran otak yang makin kecil tidak berarti menurunnya intelejensia.
Justru sebaliknya, penurunan ukuran otak kita menunjukkan bahwa kita sudah semakin cerdas.
Otak, katanya, menggunakan sampai dengan 20 persen dari semua bahan bakar yang kita konsumsi. Oleh karena itu otak yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak energi dan memakan waktu lebih lama untuk berkembang.
Dr Hawks mencatat bahwa ledakan populasi manusia antara 20.000 dan 10.000 tahun yang lalu memicu mutasi yang menguntungkan.
Hawks yakin, itu menyebabkan otak menjadi lebih ramping, perubatan neurokimia makin meningkatkan kapasitas otak kita.
Beberapa paleontolog juga sepakat dengan pendapat Hawks, bahwa  ukuran yang mengecil, justru makin efisien.
Namun, tak semua ilmuwan berpendapat senada. Beberapa yakin bahwa manusia menjadi makin bodoh, sejalan dengan proses evolusinya.
Beberapa teori digunakan untuk menjelaskan misteri peyusutan otak manusia. Salah satunya, bahwa ukuran kepala yang besar diperlukan manusia purba jaman Paleolitik Atas untuk selamat dari udara dingin.
Teori kedua, ukuran kepala berkaitan dengan pola mencari makan di masa lalu, yakni berburu. Makin gampang mendapatkan makanan, kepala  manusia akan berhenti berkembang.
Sementara, ahli lain berpendapat, dulu, ketika tingkat kematian bayi tinggi, hanya bayi yang terkuat yang selamat — dan yang paling kuat adalah yang memiliki kepala dan otak besar. Kini, dengan penurunan tingkat kematian bayi, mendorong penurunan ukuran otak secara proporsional.
Menurut penelitian yang dilakukan David Geary dan Drew Bailey dari University of Missouri mengeksplorasi bagaimana ukuran tengkorak manusia berubah ketika manusia beradaptasi dalam lingkungan sosial yang makin kompleks antara 1,9 juta sampai 10.000 tahun lalu.
Mereka menemukan, saat kepadatan populasi rendah, ukuran tengkorak meningkat. Sebaliknya, ketika populasi daerah tertentu berubah dari jarang ke padat, ukuran tengkorak kita menurun — karena manusia tak harus cerdas untuk bertahan hidup.
Namun Dr Geary memperingatkan, jangan lantas mengira bahwa nenek moyang manusia lebih pintar dari kita.
“Nenek moyang kita tidak memiliki intelektualitas dan daya kreasi seperti manusia modern, karena mereka tidak memiliki dukungan budaya,” kata dia. Saat itu, manusia diperas pikirannya untuk bertahan hidup.
Peningkatan pertanian dan kota-kota modern yang didasarkan pada spesialisasi ekonomi memungkinkan manusia yang cerdas menfokuskan upaya mereka pada ilmu, seni, atau bidang lainnya.[Ai]

Biskuit Ternyata Berbahaya Bagi Perempuan

Siapa yang tidak kenal biskuit? Kudapan yang memiliki berbagai rasa ini ternyata berbahaya bagi perempuan karena menyebabkan kanker. Bagaimana bisa?
Berdasarkan sebuah studi terbaru, makan biskuit, roti, atau kue tiga kali seminggu bisa menyebabkan risiko kanker rahim. Ini merupakan hasil penelitian selama 10 tahun yang digelar Institut Karolinska di Swedia.
Mereka memantau kebiasaan makan lebih dari 60.000 perempuan dan menemukan bahwa mereka yang terbiasa mengemil makanan-makanan itu 33% lebih mungkin untuk menderita penyakit tersebut.
Seperti dilansir dari Dailymail, bagi mereka yang menikmati kudapan itu lebih dari tiga kali seminggu, risikonya melonjak hingga 42%. Para ilmuwan di Swedia ingin mengetahui apakah ada kaitan langsung antara jumlah konsumsi makanan manis dan kanker.
Mereka pun mempelajari data dari ribuan perempuan selama 1987 hingga 1990 dengan memberikan pertanyaan seputar kesehatan, seperti pola makan, gaya hidup, dan berat badan. Sepuluh tahun kemudian, mereka yang masih hidup mengungkap jawaban atas pertanyaan tentang kebiasaan makan mereka.
Pada 2008, para peneliti mencocokkan jawaban itu dengan catatan medis mereka, khusus untuk mencari diagnosis kanker endometrium, bentuk paling umum kanker rahim.
Permen, minuman ringan, dan selai memiliki pengaruh yang kecil. Namun, mereka yang melebihi asupan total lebih dari 35 gram gula sehari, setara dengan sekitar tujuh sendok teh gula, bisa mengalami peningkatan 36% dalam risiko tumor.Para ilmuwan mengatakan bahwa kelebihan gula membuat tubih lebih banyak menghasilkan insulin dan estrogen. Temuan mereka diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention.[Ai]

Perokok Zaman Sekarang Lebih Kecanduan Lebih Kecanduan dan Sulit Berhenti

Berhenti dari kecanduan rokok memang sulit dilakukan oleh perokok. Tapi studi baru menunjukkan perokok saat ini mungkin lebih addicted terhadap ***** sehingga lebih sulit untuk berhenti.
Studi menemukan perokok saat ini mungkin lebih banyak dipengaruhi oleh kecenderungan genetik dari generasi masa lalu, sehingga membuatnya lebih kecanduan dan sulit lagi untuk berhenti.
“Di masa lalu orang merokok untuk berbagai alasan, tapi saat ini perokok cenderung menjadikan ***** sebagai sesuatu yang penting dalam hidupnya sehingga lebih sulit untuk berhenti,” ujar profesor sosiologi Fred Pampel dari University of Colorado, seperti dikutip dari Healthland.Time, Sabtu (19/11/2011).
Untuk mengukur sejauh mana faktor genetik bisa mempengaruhi kemampuan perokok untuk berhenti, Pampel dan rekan mempelajari pola konsumsi ******** dalam ***** pada pasangan kembar.
Studi yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Demography ini melibatkan 596 pasangan kembar yang mana 363 kembar identik dan 233 kembar fraternal. Peneliti menggunakan kuesioner kesehatan dan perilaku merokok antara tahun 1960-1980.
Peneliti menemukan diantara pasangan kembar identik sekitar 65 persen dari kedua orang kembar ini akan berhenti dalam waktu 2 tahun jika salah satu kembar berhenti merokok, tapi pada kembar fraternal jumlahnya lebih kecil.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran dalam mempengaruhi keberhasilan berhenti merokok. Hal ini karena pada kembar identik DNA nya sama sedangkan pada fraternal tidak.
“Saat ini orang merokok bukan karena alasan sosial, tapi pada kenyataannya cenderung merokok karena ketergantungan mereka terhadap nikotin sehingga lebih sulit untuk berhenti,” ujar Pampel.[Ai]

Mudah Mengeluarkan Racun Dari Dalam Kulit Secara Alami

Siapa sih yang tidak ingin memiliki kulit cantik dan bersih? Kamu, terutama yang wanita pasti ingin mendapatkannya.
Masalahnya karena kulit adalah bagian terluar tubuh yang mudah terpapar polusi, maka ada banyak racun, kotoran, atau bahan kimia yang mengendap di dalamnya. Akibatnya kulit jadi kusam, warna tidak merata, muncul jerawat, berminyak, atau malah kering. Nah, daripada kamu terus-terusan bermasalah dengan kondisi kulit yang demikian, berikut adalah cara untuk mendetoks kulit dengan mudah nan efektif.

Minum cukup air
Minum cukup air adalah cara paling mudah nan murah untuk mendetoks racun dari dalam kulit. Minum air mampu membantu meningkatkan sirkulasi darah, kesehatan pencernaan, serta proses ekskresi dalam tubuh. Minum air juga membuat racun keluar dengan mudah.

"Selain itu, minum air akan menghindarkanmu dari dehidrasi yang membuat kulitmu mudah terlihat kering dan keriput," terang penelitian seperti dilansir dari cheatsheet.com.

Konsumsi yogurt
Yogurt, keju, atau makanan lainnya yang mengandung bakteri probiotik sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Sebab bakteri ini akan memerangi racun dalam tubuh sehingga kulit menjadi lebih cantik.

Makan banyak serat
Serat tak hanya baik untuk kesehatan pencernaan, namun serat juga mampu memberikan efek positif untuk kesehatan kulit. Sebab serat membantu menyiram tubuh dari racun yang menyebabkan pori-pori tersumbat serta peradangan yang membuat kulit tak lagi cantik.

Konsumsi makanan tinggi zat antioksidan
Kamu pasti sering mendengar bahwa zat antioksidan sangat baik untuk kesehatan kulit karena zat ini melawan radikal bebas dan senyawa jahat lainnya yang membuat kulit jadi keriput, kulit kusam, dan bahkan kanker kulit. Beberapa makanan yang tinggi zat antioksidan adalah blueberry, kacang-kacangan, ikan, sayuran berwarna oranye, dan teh hijau.http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.zona1000.com/2016/10/cara-mudah-mengeluarkan-racun-dari.html&lc=id-ID&s=1&m=274&host=www.google.co.id&ts=1479866628&sig=AF9NednPiczPFzGk5HtyD2ULXZTZtc0FfQ

Esistensi Malaria Meningkat

Menurut World Health Organization (WHO), pengertian resistensi adalah berkembangnya kemampuan toleransi suatu spesies serangga terhadap dosis toksik insektisida yang mematikan sebagian besar populasi. Secara prinsip mekanisme resistensi ini akan mencegah insektisida berikatan dengan titik targetnya atau tubuh serangga menjadi mampu untuk mengurai bahan aktif insektisida sebelum sampai pada titik sasaran. Sedangkan jenis atau tingkatan resistensi itu sendiri meliputi tahap rentan, toleran baru kemudian tahap resisten.
Pada dasarnya mekanisme resistensi insektisida pada serangga dapat dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama terjadi peningkatan detoksifikasi insektisida, sehingga insektisida menjadi tidak beracun (hal ini disebabkan pengaruh kerja enzim tertentu). Kemudian terjadi penurunan kepekaan titik target insektisida pada tubuh,. Tahap selanjut terjadi penurunan laju penetrasi insektisida melalui kulit, sehingga menghambat masuknya bahan aktif insektisida dan meningkatkan enzim detoksifikasi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Lancet, meningkatnya resistensi membuat upaya untuk melenyapkan malaria harus dikompromikan secara serius. Selama bertahun-tahun, obat yang efektif menghadapi malaria telah disarikan dari tanaman China, Artemisia annua.
Pada 2009 peneliti menemukan bahwa spesies parasit malaria yang paling mematikan dan disebarkan oleh nyamuk menjadi lebih resisten pada obat artemisinin di daerah barat Kamboja.
Data baru ini memastikan bahwa parasit Plasmodium falciparum yang menginfeksi pasien berjarak lebih dari 500 mil jauhnya di perbatasan Thailand dan Burma itu pun terus tumbuh menjadi lebih resisten.
Peneliti dari Shoklo Malaria Research Unit mengukur waktu yang dibutuhkan obat artemisinin untuk menghilangkan parasit dari aliran darah terhadap 3.000 pasien lebih antara tahun 2001 dan 2010. Peneliti menemukan bahwa artemisinin menjadi kurang efektif dan jumlah pasien yang mengalami resistensi meningkat hingga 20 persen.
Prof. Francois Nosten yang menjadi bagian dari tim peneliti studi terbaru mengatakan bahwa perkembangannya sangat serius. “Hal ini tentu akan mendorong kompromi terhadap ide melenyapkan malaria, termasuk kemungkinan kebangkitan penyakit malaria di berbagai tempat,” katanya seperti dilansir dari BBC.
Ilmuwan lain yang terlibat dalam studi tersebut adalah Dr. Standwell Nkhoma dari Texas Biomedical Research Institute. “Penyebaran parasit malaria yang resisten terhadap obat di Asia Tenggara dan sub-Sahara Afrika dimana banyak terjadi kematian akibat malaria, akan menjadi bencana kesehatan publik yang berujung pada jutaan kematian”.
Ilmuwan tak dapat mengatakan jika resistensinya telah berpindah karena nyamuk yang membawa parasit resisten telah berpindah ke perbatasan Burma atau karena ini telah muncul secara spontan di dalam populasi daerah tersebut. Peneliti pun menyatakan ini bisa tumbuh menjadi momok terhadap malaria yang tidak dapat diobati.
“Entah resistensinya telah bergerak dan akan terus bergerak dan akhirnya mencapai Afrika atau jika telah muncul dimanapun, kini artemisinin adalah terapi standar di seluruh dunia maka itu berarti penyakitnya bisa muncul dimana saja,” kata Prof. Nosten.
“Jika kita kehilangan artemisinin dan tak memiliki obat baru untuk menggantikannya, kita bisa kembali ke masa 15 tahun lalu di mana muncul kasus-kasus penyakit yang sangat sulit diobati karena obat kurang efektif mengatasi penyakit.”
Artemisinin jarang digunakan sendiri, biasanya dikombinasikan dengan obat yang lebih tua untuk membantu melawan tumbuhnya resistensi.
Terapi kombinasi berbasis artemisinin ini sekarang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pengobatan pertama dan telah berkontribusi terhadap menurunnya kasus malaria di banyak daerah baru-baru ini.
Berdasarkan World Malaria Report 2011, penyakit malaria bertanggung jawab terhadap meninggalnya 655.000 orang selama 2010 atau lebih dari 1 satu orang setiap menit. Sebagian besar adalah anak-anak dan wanita hamil.[Ai]

Mencegah Penyakit Typhus Atau Tipes

Thypus Abdominallis, itulah sebutan untuk penyakit typhus dalam dunia kedokteran. Typhus abdominallis itu adalah penyakit peradangan pada usus yang di akibatkan sama infeksi bakteri. Infeksi Salmonella adalah salah satu bentuk salmonellosis yang menyebabkan Typhus. Bakteri Salmonella Typhosa yang menginfeksi juga inkubasi tubuh melalui minuman dan makanan. Kuman dalam makanan tersebut kemudian masuk ke lambung lalu terus ke usus halus. Nah, di dalam usus halus untuk bakteri ini kemudian perbanyak diri dan lepas menelusuri lewat darah, jadinya badan akan panas tinggi.
Penularan dari penyakit Typhus Abdominallis sangatlah cepat, cukup kontak sama seseorang yang sedang menderita penyakit Typhus Abdominallis, bisa juga melalui kurang bersihnya makanan juga minuman, tempat penyimpanan susu atau malah susu sudah tercemar kotoran yang tak nampak karena tidak rapatnya tempat penyimpanan, dan penyebab terbesar dari penyebaran penyakit Typhus Abdominallis yaitu karena tempat pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat dan kondisi saniter jarang di bersihkan.
Gejala awal terjadinya atau timbulnya penyakit Typhus Abdominallis, yaitu:
  1. Awal demam belum terlalu tinggi yang kemudian akan meningkat hingga sangat tinggi, dan gejala awal ini timbul ketika minggu kedua dan minggu ketiga selama 7 hingga 10 hari lalu turun perlahan – lahan pada minggu ke empat;
  2. Berkurangnya nafsu makan bahkan akan hilang nafsu makan, jadinya akan membuat tubuh menjadi lemas sehingga berat badan akan berkurang;
  3. Otot terasa pegal dan nyeri;
  4. Buang air besar menjadi tidak teratur, bahkan bisa sembelit lalu diare;
  5. Sakit kepala yang sangat perih, menggigil, lalu akan keluar keringat dingin.
  6. Mual, perut terasa sakit, dan muntah – muntah;
  7. Batuk juga peradangan pada cabang tenggorokan;
  8. Timbulnya bercak beberapa yang kecil dengan warna merah dadu di daerah perut dan perut;
Gangguan yang biasa terjadi lainnya yaitu peradangan tulang, radang hati, radang persendian, dan gangguan kejiwaan. Yang merupakan paling berbahaya yaitu terjadinya kebocoran usus ataupun luka yang sebelumnya keluarnya darah pada lubang pelepasan. Sedangkan kalau sudah sampai terjadinya bocor pada usus lalu harus langsung di lakukan penanganan operasi.
Teknik perawatan untuk penderita Typhus yaitu harus di rawat dengan penanganan yang sangat baik supaya panas tinggi pada tubuh bisa turun dengan secepatnya. Pertolongan pertama yang harus kamu lakukan adalah turunkanlah panas tubuh dengan menggunakan kain basah dengan es (dingin). Untuk makanan, maka berikanlah makanan yang mengandung cairan juga gizi tinggi seperti sari buah, sop, dan banyak – banyaklah minum air putih demi mencegah dehidrasi. Sedangkan kalau panas tubuh tetap tinggi segera berikanlah obat antibiotik ataupun tumbuh-tumbuhan obat yang terdapat efek antipiretik.
Pada dasarnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan lebih rjin mencuci tangan sudah sangat cukup mencegah terjadinya Typhus Abdominallis.[Ai]

Bahaya Begadang Organ Tubuh Bisa Hancur

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesiali
Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.
Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
  2. Tidak buang air di pagi hari
  3. Pola makan yang tidak beraturan
  4. Tidak makan pagi
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan
  7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
  8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya. Sebab :
  • Malam hari pk 21.00 – 23.00 : Adalah pembuangan zat-zat / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari pk 23.00 – dini hari pk 01.00 : Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pk 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
  • Dini hari pk 03.00 – 05.00 : De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pk 05.00 – 07.00 : De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
  • Pagi pk 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.[Ai]